Berita Terkini
Home / Berita / Hafiz Bukan Gelar, Tapi Amanah

Hafiz Bukan Gelar, Tapi Amanah

Tengaran (2/2) tepatnya pada malam ahad pekan pertama pada bulan Februari tahun 2019 ini, yang bertempat di masjid Ar-rahmah, komplek Ma’had Nurul Islam Tengaran.

Segala puji agi Allah, Zahra Maharani seorang santriwati MA Nurul Islam telah menyelesaikan hafalan 30 juz nya dan berhasil menyetorkan hafalan terakhirnya di hadapan seluruh santriwati MA Nurul Islam dan segenap ustadz serta ustadzah yang hadir. Dengan predikat “mumtaz” barakallah.

Menjadi ajang bergengsi di Ma’had Nurul Nslam ini. Meskipun bukan pondok tahfiz tapi tetap mampu mencetak para hafiz al-qur’an. Acara yang dibuka dengan basmallah, kemudian dilanjutkan dengan setoran terakhir/tasmi’ QS. Al-Hadid surat terakhir juz 27 oleh Ananda Zahra Maharani lalu disambung penyerahan sertifikat oleh ustadz Muhammad sa’dullah Mahmud selaku ketua yayasan YPI Sabilul Khoirot.

“jangan merasa puas dengan hafalan kalian, karena dengan hafalan itu adalah cara kita untuk lebih dekat dengan al-quran.” Pesan ustadz As’ad dalam taujihnya untuk kita semua para penghafal al-Qur’an.

Al-Qur’an itu dasar dari segala sumber hukum dan ilmu pengetahuan jika kita telah menghafal al-quran, secara tidak langsung kita telah mempelajari point zero dari hukum ilmu pengetahuan, karna menghafalkan al-Qur’an hanya sebuah amalan dari sekian banyak amalan.

“Hafiz itu bukan gelar, tapi amanah.” Ujar Zahra maharani di lain kesempatan.

Perjalanan masih panjang setelah jalan berliku-liku dalam menghafalnya. Masih ada serentetan amanah untuk menjaga dalam murojaah sepanjang hidup, mempelajari, memaknai, memahami dan mengamalkan al-Qur’an lebih dalam lagi.

Dibalik itu semua Allah telah menyediakan ganjaran yang tak terhingga bagi setiap hamba yang ikhas karena mengharapkan ridho-Nya.

“Bukan seberapa banyak jumlah hafalan yang perlu kita resahkan. Tetapi seberapa besar interaksi kita terhadap hidangan langit yang telah diberikan Allah kepada kita. Ayat-ayat cinta ilahi”

Lihat Juga

Hari Sumpah Pemuda

SOEMPAH PEMOEDA Pertama : – KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, …