Pesantren Nurul Islam Mewisuda 174 Santri dalam Wisuda Tahfizh 2021

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=114154404098502&id=106456181534991

“Saya tidak menyangka. Awalnya dari sebuah ketidaksengajaan bertemu dengan seorang walisantri di Masjid AlFurqon yang terletak di gerbang Pesantren Nurul Islam. Saat ditanya, walisantri itu hadir ke pesantren dalam agenda Khataman AlQuran 30 Juz putranya. Saat itu saya hanya berdoa semoga anakku bisa sepertinya. Dan ternyata 3 tahun kemudian, harapan itu menjadi kenyataan”, seketika suasana haru menyergap, kata demi kata yang terucap dari relung hati memang hanya akan sampai ke hati. Maka hadirin pun tak tahan lagi untuk tidak turut menitik air mata. Ini episod cerita yang ditutur dengan sesenggukan karena haru kesyukuran oleh Bapak Dwi Laksono selepas putranya, Hijrahazka, melantunkan surat terakhir AlQuran yang dihafalnya dalam rangkaian acara Wisuda Tahfizh Dan Khataman AlQuran 2021.

Acara itu digelar pada Ahad, 28 Maret 2021 bertempat di Masjid Assalam yang diikuti sekitar seribu hadirin yang terdiri dari sekitar 900 santri dan tamu undangan. Dimuat dalam dua sesi, wisuda putra diselenggarakan pagi hingga dhuhur, dilanjutkan sesi putri setelah dhuhur hingga ashar.

Gelaran pertama kali yang diselenggarakan resmi dan besar oleh Pesantren Sabilul Khoirot yang menaungi unit SMPIT-SMAIT-MA Nurul Islam Tengaran ini mewisuda tahfizh sejumlah 174 santri yang terhimpun dari 107 santri kelas IX SMPIT dan 67 santri kelas XII MA. Sembilan di antara mereka tergolong dalam kategori 30 juz, artinya telah selesai mengkhatamkan hafalan AlQuran. Para khotimin 30 juz diberi kesempatan untuk tasmi’ (simakan) hafalan satu surat terakhir yang disetorkannya di hadapan muhaffizhnya. Dalam prosesi inilah suasana mengharu biru lantaran ayat-ayat suci AlQuran dilantunkan dengan tartil dan indah. Pun di antara para khotimin itu ada yang tak kuasa menahan bulir air mata. Setelahnya dengan penuh takzim, mereka mencium tangan Muhaffizh yang telah berperan besar mengantarkan mereka menjadi Hafizh Quran diiring doa dari sang Muhaffizh. Disambung sungkem kepada kedua orangtua yang telah membesarkan mereka dari buaian hingga akil baligh seperti saat ini. Isak tangis bisa mengiring prosesi ini. Untaian kata yang disampaikan orangtua tak kalah mengharukan pun menjadi penutup rangkaian prosesi khataman.

Sebagaimana Allah telah memuliakan kedudukan para Ahlul Quran, maka kami pun ingin berlomba memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para wisudawan tahfizh. Spesial untuk wisudawan kategori 30 juz mendapatkan reward cash, sertifikat eksklusif, dan selempang Hafizh 30 Juz. Berikutnya kategori 20 dan 10 juz, disusul 5 juz mendapatkan apresiasi sesuai porsinya. Dan tak lupa bahwa mereka semua bisa sukses adalah berkat tangan dingin para muhaffizh. Di kesempatan inilah kita memberikan MUHAFFIZH AWARD khusus kepada para muhaffizh yang telah mengantarkan wisudawan 30 juz. Walau tak bisa disandingkan dengan kemuliaan yang diberikan oleh Allah, apresiasi dan penghargaan yang kami berikan semoga menjadi spirit yang semakin menumbuhkan kecintaan kepada AlQuran.

“Menyelesaikan hafalan AlQuran barulah satu step awal menjadi Ahlul Quran”, pesan Ustadz Khoirul Umar dalam sambutannya selaku Ketua Panitia Wisuda dan Koordinator Penjamin Mutu AlQuran.

“Ada empat tahap menjadi Ahlul Quran: membaca, menghafal, mentadabburi, dan mengamalkannya”, inti taujih yang disampaikan oleh H. Abdul Fattah Ismail Farros, Lc.

“Kita menjadi umat terbaik karena diturunkan AlQuran pada kita. Jangan sampai berlalu hari kita terlepas dari interaksi bersama AlQuran. Insyaallah ke depan kita akan menajamkan program pengembangan tahsin dan tahfizh AlQuran secara sistematis sehingga kita menjadi Quranic Generation. Semoga bacaan dan hafalan kita menjadikan kita bagian dari Ahlul Quran”, demikian pesan taujih dari KH. Lutfi Chakim, Lc. selaku Direktur Pesantren.

Tujuan dari Wisuda Tahfizh dan Khataman ini setidaknya ada dua misi yang ingin dicapai: menularkan spirit AlQuran para wisudawan kepada para adik tingkatnya, dan menjadikan acara ini sebagai momen spesial. Apa itu momen spesial. Menjadi keumuman jika ada khataman, di situ ada syukuran. Maka di akhir acara, panitia memberikan menu spesial tak hanya kepada tetamu dan para Asatidzah, tapi juga seluruh santri. Menu kambing dengan segala macam masakannya: gulai, sate, tongseng, dan tengkleng. Selamat untuk para wisudawan. Jaga hafalan AlQuran mu dan segera naik ke maqam berikutnya menjadi Ahlul Quran.


Adapun santri Madrasah Aliyah Nurul Islam yang diwisuda sebagai hafidz/ah 30 juz dalam kesempatan ini adalah M. Izzudin Al qossam, Khairuurijal Mujahidin, Ali Abdul Halim, M. HAsan Huwaidi, M. Tsaqib HAbibullah dan Zahra Maharani

(umar/red)

Lihat Juga

MADRASAH ALIYAH NURUL ISLAM TENGARAN ADAKAN SEMINAR ORIENTASI STUDI KE LUAR NEGERI BAGI SANTRI, HADIRKAN NARA SUMBER DARI TURKI DAN KOMITE PENDIDIKAN LUAR NEGERI (KPLN) JAKARTA

Bagian Bimbingan Konseling (BK) Madrasah Aliyah Nurul Islam Tengaran mengadakan webinar Orientasi Studi ke Luar …

PIMPINAN DPRD KAB. SEMARANG, M. JAUHARI MAHMUD, S.HI MEMBERI MATERI AJAR TENTANG APBD KEPADA SANTRI MA NURUL ISLAM

Madrasah Aliyah Nurul Islam Tengaran menghadirkan pembicara tamu / native speaker dalam kegiatan belajar mengajar. …

AMALIA HANIAH LUTHFIYANI, S.H, BUKAN SARJANA BIASA

Kabar membanggakan kembali hadir untuk civitas akademika Madrasah Aliyah Nurul Islam Tengaran. Amalia Haniah Luthfiyani, …