Berita Terkini
Home / Berita / Yusuf Rahmatullah kembali meraih Juara 2 dalam Lomba Pidato Arab

Yusuf Rahmatullah kembali meraih Juara 2 dalam Lomba Pidato Arab

Tengaran – Alhamdulillah, kabar baik akhirnya kembali terdengar dari salah satu santriwan MA Nurul Islam, Yusuf Rahmatullah yang pada hari Kamis, tepatnya tanggal 09 November 2017 kembali meraih juara  ke-2 dalam lomba khitobah ( pidato arab ) dalam ajang perlombaaan yang diadakan oleh pihak Mahasiswa UMS dalam acara MAHABBAH ( Al-Musabaqah Al-‘Arabiyah ) 2017. Selain perlombaan, disana diadakan pula seminar nasional dengan tema *”Membangun Budaya Literasi melalui Bahasa Arab untuk Mewujudkan Peradaban Intelektual”*, Bersama:  1. *Ira Madan* (Novelis Muslimah di Indonesia, Penulis Novel Cahaya Cinta Pesantren) dan 2. *Saiful Aziz* (Presiden “El Markazi” Pusat Pembinaan Minat/Bakat Mahasiswa dalam Bidang Bahasa Internasional MTQ UII, Koordinator Indonesia Arabic Debaters).

Seminar diadakan di   Auditorium Muh. Djazman UMS, bersamaaan dengan berlangsungnya perlombaan MAHABBAH 2017 ini. Perlombaan diakhiri dengan final lomba debat arab dan dilanjutkan dengan pembagian hadiah ba’da isya’ di aula auditorium yang sama.

                                                  

Dalam lomba khitobah ini, Yusuf mampu menghadapi peserta – Peserta lain yang berjumlah kurang lebih 30 peserta dari berbagai macam sekolah. Baik sekolah negeri maupun yang berbasis pondok. Yusuf yang mendapat nomor giliran ke 17 ini, menyampaikan pidatonya di sesi pertama, tepatnya di ruang terbuka (outdoor) tanpa menggunakan mic.

“Supaya saya bisa lebih leluasa dalam penyampaian dan penguasaan panggung serta gestur tubuh” ujarnya. Lalu, di sesi kedua diadakan dalam ruangan (indoor), karena cuaca saat itu hujan.

 

“ Syukur pada Allah yang maha esa tiada hentinya saya ucapkan karena berkat kuasanya saya tidak akan diberi kenikmatan luar biasa ini, lalu ucapan terimakasih pula saya haturkan pada kedua orang tua, para asatidz dan kawan – kawan yang telah mendukung serta ikut mendoakan. karena tanpa mereka, saya bukanlah apa – apa. lalu terima kasih sebanyak – banyaknya pada ust Lutfhi Chakim Lc. yang telah bersedia melatih, mengarahkan, dan mengoreksi, saya selama saya latihan” kesan itulah yang diutarakan oleh Yusuf.

“Beberapa hal penting yang harus dipersiapkan menurut saya adalah banyak berdoa dan minta doa. sebab senjata utama  seorang muslim adalah doa. Berdoa setelah shalat maupun di waktu senggang. Dan minta doa pada ustadz dan kawan kita, agar diberi kelancaran pun menurut saya merupakan hal penting karena kekuatan doa akan makin kuat. Kedua sering berlatih, karena doa tanpa usaha merupakan kesia-siaan, begitu pula usaha tanpa iringan doa merupakan kesombongan yang menjadikan kita merasa tak butuh bantuan Allah. Lalu giat latihan. Bukan hanya dihafal saja teksnya, namun memahami isi materi yang disampaikan, memahami arti, berlatih penguasaan panggung, kelancaran hafal teks, dll, lalu menyenangi apa yang sekarang kita hadapi. Karena melakukan sesuatu sebab kita menyukainya akan terasa lebih mudah. Lalu terakhir kita pasrah (tawakkal) pada Allah setelah kita melakukan semuanya dengan semaksimal mungkin.”  Ucap santri alumni SMPIT Nurul Islam yang duduk di kelas 10 MA Nurul Islam ini.                                                                                          

Lihat Juga

Sultan Saefulloh, Santri MA Nuris Peraih Juara Pertama Turnamen Pencak Silat “Yogyakarta Championship 2″

Tengaran – Sebuah kabar gembira datang dari salah seorang santri MA Nurul Islam Tengaran, Sultan …